Category Archives: Renungan

Untuk Ayah Tercinta

 

Dimana….akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku ingin slalu bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Lihatlah… hari berganti
Namun tiada seindah dahulu
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta, aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku….
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi…..

 

#Especially for My Father, Allahummaghfirlahu Warhamhu Wa’aafihi Wa’fu’anhu….

I Love You..

Ayah


Engkaulah nafasku

Yang menjaga di dalam hidupku

Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik

Kau tak pernah lelah

S’bagai penopang dalam hidupku

Kau berikan aku semua yang terindah
Reff:

Aku hanya memanggilmu ayah

Di saat aku kehilangan arahAku

hanya mengingatmu ayah

Jika aku tlah jauh darimu

 

#For Alm My Beloved Father. I Love You and I Miss You So Much….

Tawa Duka, Air Mata Bahagia (Sebuah Pusi Lama)

Remembering sejenak pada hal-hal yang telah lalu, tepatya ketika menulis puisi. Saya bukan orang yang puitis, bahkan romantis :P

Namun bisalah dikit-dikit membuat puisi, itupun kalau ada inspiratornya :)

Puisi ini saya tulis pada Monday, 22 February 2010 at 07:44

Continue Reading

Sebuah Potret Tradisional

Sungai Brantas

Ada yag tau ini dimana ? Mungkin bagi yang domisili di wilayah blitar-tulungagung tidak asing dengan potret ini. Ya, ini adalah sarana penyebrangan sungai brantas secara “tradisional”. Dikatakan tradisional namun sudah mengalami kemajuan yang sangat pesang. Yang dulu belum mampu mengangkut kendaraan roda empat, sekarang sudah bisa mengangkut kendaraan roda empat dengan kapasitas lebih banyak dan perahu yang lebih besar. Continue Reading

Copyright © 2018. Powered by WordPress & Romangie Theme.